Apa Yang Kita Baca Tentang Fenomena Politik Hari Ini Terhadap Calon Presiden, Apa Yang Anda Pikirkan?


Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (Good Fathers)

Iqra' adalah kata yang tepat menggambarkan apa yang harus anda lakukan hari ini dalam soalan politik Indonesia dalam proses penetapan Calon Presiden Indonesia? 

Dalam pelajaran politik rakyat tentu saja kita berpikir terhadap langkah politik yang dilakukan oleh making maker politik Indonesia dalam kampanye politik.

Hari ini lihatlah, pengumuman tentang keputusan pemberian mandat kepada calon presiden terpilih di partai pemenang pemilu Indonesia dilakukan secara sederhana dalam rapat terbatas yang dilaksanakan untuk itu.

Tetapi hampir semua media menunggu dan menganggap sangat penting berita ini, karena masyarakat Indonesia termasuk pihak yang mengusung calon lain juga menunggu pengumuman keputusan yang diamanahkan oleh seluruh kader partai terbesar pemilihnya di Indonesia. 

Terlalu banyak sisi pelajaran bagi rakyat Indonesia yang dapat diambil dalam momentum ini, diantaranya adalah penilaian publik (public evaluation) atau bagi mereka yang paham bahwa etika dan fatsun politik diatas hukum politik itu sendiri.

Apa yang anda pikirkan tentang politik dan penghargaan terhadap pemimpin politik dan partai politiknya. 

Apa yang anda pikirkan tentang seorang perempuan Indonesia, berstatus single parent lagi dalam perspektif mentalitas politiknya.

Kenapa? Tentu saja karena keputusan salah satu calon presiden terkuat ada pada salah seorang perempuan politik yang terkuat di dunia yaitu Megawati Soekarno Putri. Dengan keputusan yang normatif dan menghargai pendapat masyarakat Indonesia dan jangan lupa bahwa sudah pasti terdapat juga kepentingan pribadi dalam perumusan keputusan tersebut.

Oleh sebab itu maka pada hari ini sesungguhnya Megawati telah melalui ujian tarakhirnya sebagai negarawan sejati atau negarawan temporer.

Kemudian apakah sebagai pemimpin politik yang berjuang dengan demokrasi sebagaimana konstitusi Indonesia pasca amandement UUD 45 sebagaimana target reformasi atau sebagai pemimpin politik yang menempatkan kepentingan pribadi diatas kepentingan rakyat. 

Jawabannya sangat terang benderang bahwa Megawati adalah seorang yang berjiwa pemimpin murni yang menghadapi berbagai tantangan dan memilih tidak mengambil politik sebatas populer ditengah masyarakat yang masih membutuhkan penanganan dalam pendidikan berbangsa dan bernegara.

Selain itu apa yang dapat dibaca dalam strategi politik tersebut?

Pertama, jangan terbawa arus dengan kecenderungan yang dibangun oleh pihak lain yang berbeda pendapat dengan langkah politik kita, karena kita memainkan peranan politik bukan sebatas partai politik, meskipun berjubel massa yang hadir meramaikan acara yang dibangun oleh pihak yang berbeda pendapat dalam politik dengan opsi yang kita pilih dengan berbagai pertimbangan.

Jangan biasakan memposisikan sebagai lawan politik yang terkesan permusuhan, tetapi beda pendapat, ide dan gagasan karena politik demokrasi berada dalam ranah yang yang lebih soft dari politik abal-abal yang sebatas merebut kekuasaan dengan segala cara.

Kedua, Dengan membuat langkah politik (timing maker desicion) yang matang maka tuntutan terhadap calon presiden yang diharapkan rakyat tentunya akan terbuka lebar dan dapat dibaca dalam pikiran politik rakyat.

Kenapa? Tentu saja karena tekanan mental terhadap calon presiden Ganjar Pranowo juga tidak kurang, tetapi lihatlah secara mental dan sikapnya tidak menunjukkan bahwa dia kuatir dan membuat perlawanan dalam menghadapi keputusan dimaksud.

Saya memantau bahwa banyak organisasi Relawan yang hengkang, hanya beberapa organisasi yang tetap teguh menjalanjan kampanye politiknya terhadap pencapresan Ganjar Pranowo. Diantaranya Relawan Ganjar Pranowo (RGP) dan Brigade Nasional yang anehnya kedua organisasi tersebut dipimpin oleh perempuan.

Ketiga, Jembatan emas dalam strategi politik nasional semakin terang, hal ini adalah salah satu ajaran Bung Karno dalam politik pemerdekaan Indonesia yang dapat diimplementasikan dalam politik pemenangan rakyat. 

Ujian terhadap Ganjar Pranowo dalam Timing Politic adalah jembatan emas dalam politik. Dimana semua mata rakyat terorientasi kesana dan membuat objek bahkan terdhalimi dalam  uji mental pemimpin dan  terutama mengusik harapan rakyat dalam berdemokrasi yang mengganggu pikiran dalam hak politiknya.

Nah, jika bisa dilewati dengan baik maka pemenangannya dalam pemilihan oleh rakyat adalah sesuatu yang sangat normatif dalam politik demokrasi sebagaimana pola-pola politik yang terjadi pada sistem politik di negara-negara yang maju dan berpengalaman dalam demokrasi ratusan tahun yang silam.

Keempat, Politik dan demokrasi adalah seni yang indah dalam bermain dengan ide dan gagasan-gagasan politik yang dapat memberi pendidikan kepada rakyat sehingga rakyat terbangun dalam pendidikan politik berbangsa dan bernegara dengan tanggung jawab untuk kedaulatan sebagaimana harapan politik rakyat itu sendiri.

Kematangan berbangsa dan bernegara dapat membangun tanggung jawab sosial yang optimal sehingga semua rakyat dewasa dalam berpolitik dan bisa menempatkan politik sebagai rule of the game dan bisa menjadi ajang untuk peningkatan kualitas politik bangsa.

Kelima, Dengan proses penentuan capres ini akan membangun kesadaran masyarakat untuk berpikir dalam kesinambungan pembangunan, dimana pembangunan rakyat Indonesia dibutuhkan kesinambungan (kontinuitas) sehingga tidak merusak pembangunan yang telah dilaksanakan selama periode kepemimpinan sebelumnya. 

Karena dapat berakibat fatal yang merusak persatuan dan kesatuan serta kepercayaan (trust) sosial yang menyebabkan pemerintah melakukan pembangunan dengan keungan negara yang boros karena terjebak dalam pembangunan gali lubang dan tutup lubang.

Keenam, Rakyat Indomesia juga dapat mengetahui bahwa Pemimpin negara membutuhkan kader pemimpin untuk melanjutkan pembangunan, karena masa kepemimpinan dengan pembangunan jangka panjangnya tidak mungkin dapat dicapai dalam waktu lima sampai sepuluh tahun.

Karena itu janganlah rakyat sebatas berpikir tentang oligarkhi, selama rakyat bisa menerima sistem dan keputusan-keputusan dalam bernegara sebenarnya rakyat harus berpikir untuk keluar dari sebatas sistem politik. Namun berpikir jauh kedepan bahwa kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah kepemimpinan yang mampu melahirkan kader pemimpin selanjutnya.

Bukan pemimpin yang hanya bertanggung jawab hanya dalam masa tugasnya yang berjangka pendek dalam pembangunan. 

Pemimpin yang tidak memperjuangkan kadernya adalah ciri pemimpin bodong yang menunjukkan ketertinggalan dalam ilmu kepemimpinan.

Salam













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Dengan Istilah Petugas Partai dalam Politik Pemilihan Presiden?

Warga Terjajah Atau Merdeka Tergantung Pemikirannya, Pemikir Wilayah Tandus Melahirkan Nabi, Pemikir Wilayah Dingin Banyak Penemu Teknology Dunia

Rakyat Aceh Miskin, Akibat Mentalitas Pemimpin Korup